May 25, 2014

Flashback nih

Namanya selingkuh. Maaf ya, semenjak iseng-iseng mengikuti trend masa kini yaitu Tumblr, rasa-rasanya saya sudah jarang menengok blog imut yang satu ini. Padahal, kita memiliki sejarah yang cukup panjang. Dari post-post awal yang begitu alay, ngubek-ngubek toko buku cuma buat nyari buku tentang blogger, searching sana-sini demi nyari fitur yang oke, dll.

Sekarang saya sudah semester II, dan hanya tinggal dua minggu lagi menuju UAS. Lalu besok adalah hari Senin, katanya sih pengumuman SNMPTN. Jadi ingat tahun lalu. Saat itu saya gak tau tanggal pastinya pengumuman. Malah ummi yang tau, karena temannya mengabari kalau anaknya diterima. Tentu saja hati langsung ketar-ketir. Jalan-jalan yang seharusnya nikmat (waktu itu lagi di gramedia) tiba-tiba jadi terasa berat. Belum kakak-kakak NF yang memborbardir HP dengan pertanyaan, 'Gimana?'. Duh.

Iseng menengok timeline twitter, banyak yang menulis syukur. Atau selamat kepada temannya. Bukannya senang, saya justru bete. Hahaha. Perjalanan dari Serpong menuju rumah yang seharusnya gak lama-lama amat, tiba-tiba jadi serasa naik keong. Padahal toh abi juga sering nyetir serasa pembalap.

Sampai rumah, ummi yang semangat melihat hasil pengumuman. Sementara saya rasanya malas sekali. Rasanya berat banget. Dengan keyakinan mereka-mereka bahwa saya berhasil masuk kesana, membuat saya jadi pede dahsyat. Tapi selalu ada bagian yang memberontak. Yang setiap hari selalu berteriak dengan lantang bahwa saya akan gagal saat itu.

Benarlah. Saya gagal. Kegagalan pertama saya selama 17 tahun hidup.

Itulah pertama kalinya juga saya merasa galau. Iya, saya nangis. Bukan, bukan karena gagalnya doang, tapi lebih ke yah-harus-belajar-buat-SBMPTN-dong-nya itu. Rasanya gak sanggup. Sampai mogok les tiga pertemuan.

Lalu saat saya terpuruk itu lantas saya harus menyerah?

Nggak dong. Saya tetap masuk les, tapi dengan hati yang lebih realistis. Kalau dulu saat SNMPTN saya dibuat yakin lolos oleh orang lain, kali itu saya lebih memilih untuk tuli. Tidak mendengarkan apa kata orang lain, dan berlaku seolah saya tidak akan diterima di SBMPTN. Karena kalau yakin lolos, terus ternyata nggak, kan lebih sakit, ya gak?

Saya sampai mikir gini, kalau tahun ini emang gak kuliah, ya tinggal coba lagi tahun depan. Hahaha. Hati rasanya langsung lapaaang banget. Langsung seolah siap menghadapi kegagalan-kegagalan selanjutnya. Kan katanya mah, kegagalan itu sukses yang ketunda tho?

Lalu saya menghadapi hari-hari menjelang SBMPTN pun dengan riang gembira. Bahkan saat menghadapi soal-soal yang sulit (dimana sulit semua) aku malah tenang-tenang aja. Padahal mah ada yang sampai nangis. Aku beres tes malah tidur siang, saking leganya kalau udah selesai.

Hasilnya?

Diterima jadi mahasiswa Psikologi di Unpad angkatan 2013 yang ke 103.
Alhamdulillah... :D

0 komentar:

Post a Comment