March 18, 2014

#Story

Sampai ke kost-an. Lalu melihat jam. Wah, sudah pukul 22.30 WIB. Mantap.
Padahal seharusnya kegiatan berakhir pukul 21.00 (walaupun seharusnya jusru 18.00 WIB).

Rasanya sungguh berbeda, melewati jalanan di Jatinangor di larut malam. Dengan berulang kali menyakinkan diri untuk mengerjakan semuanya dengan Lillah walaupun lelah. Namun.. ah, sudahlah! Toh tidak akan ada yang mengerti apa yang berada di balik kepalaku ini. Bahkan aku sekalipun.

Ya, lagi-lagi aku duduk disini. Termenung menatap apapun itu yang berada di depan mata. Memikirkan banyak hal yang sebenarnya belum waktunya untuk aku pikirkan. Lalu apabila memang belum waktunya, maka tidak boleh aku pikirkan? Tentu aku sadar, aku hanyalah seorang Maba yang baru menginjak semester 2. Belum tahu apa-apa. Sebaiknya tidak mendebat apa-apa. Ya aku tahu aku salah. Ya aku tahu aku tidak fokus.

Ada kalanya hati ini ingin berkata apa-apa yang berada di balik hati ini. Ketika aku kembali mempertanyakan pilihan yang aku ambil. Apakah sudah tepat? Lantas mengapa aku terkadang merasa asing, juga merasa berat? Selalu muncul gambar-gambar bahwa mereka tidak menerimaku.

Sebenarnya, pilihan untuk mundur itu ada. Pilihan untuk bebas itu tersedia. Namun pantaskah? Berapa puluh kali lagi aku harus berkata untuk mengerjakan semuanya dengan Lillah walaupun lelah?

0 komentar:

Post a Comment