March 12, 2014

Saya, Benarkah?

Katanya, saat Kamu membaca tulisan-tulisan seseorang, maka Kamu akan tahu seperti apa dia. Walaupun sampai saat ini saya belum tahu ‘seperti apa’-nya mengenai apa saja. Kepribadian? Sifat? Tingkah laku? Sikap? Ah tidak tahulah! Bukan hal ini yang ingin saya katakan, tetapi mengenai tulisan itu sendiri. Saat Kalian membaca post­ demi post yang saya tulis, sosok seperti apa saya di mata Kalian?

Berisik, bawel, kalem, pendiam, penyendiri, pesimistis, sok-puitis, dll.

Oke. Yang pasti saya bukanlah termasuk orang yang puitis. Saya menulis dengan sesuka hati. Kadang menggunakan bahasa-sok-puitis, gaya-santai-tanpa-EYD, resmi-resmi-aneh, dsb. Namun, jika Kalian memerhatikan (seandainya ada yang bersedia) maka mungkin Kalian akan mengatahui sosok sesungguhnya di balik tulisan ini.

Namun, saya tidak jarang mendengar bahwa apa yang saya tulis dan bagaimana saya di kehidupan sehari-hari tidaklah mirip. Itu tulisan Kamu Syaf? Hahaha.. Oh ya? Jika saya mengatakan bahwa saya adalah seorang yang diam, maka Kau harus percaya. Lalu jika saya mengatakan bahwa saya adalah orang yang bawel, maka Kau pun harus percaya. Semua memiliki porsinya masing-masing. Saya, Syaffa, berisik jika berada di antara Kalian yang saya merasa nyaman. Dimana saya dengan bebas mengutarakan apa yang ada di dalam kepala, karena saya tahu Kalian yang saya percaya, sudah saling mengerti.

Sedangkan mengenai tempat dimana saya merasa asing, walaupun saya mengenal lingkungan itu, saya lebih memilih diam. Atau juga di lingkungan dimana mereka tidak bisa menerima saya.

Lalu yang manakah yang benar-benar menggambarkan saya?
Saya yang berada di balik tulisan-tulisan ini, ataukah saya yang Kalian lihat dengan mata kepala sendiri? Atau memang saya adalah seorang sample error yang sulit didefinisikan, yang berada di dalam critical region. Entahlah.



Karena tulisan mengungkapkan kejujuran dengan cara-caranya yang sulit kita pahami.

Quotes favorit saya saat ini :)


0 komentar:

Post a Comment