July 3, 2013

Sekarang Tinggal Menunggu, Kan?

Beginilah kehidupan seorang pengangguran yang sibuk. Sudah lulus SMA, tapi belum diterima di kampus manapun. Rasanya takut, khawatir, cemas, dan penuh harap. Selalu cari-cari info untuk melihat peluang kuliah di manapun. Memburu tanggal ujian mandiri dari kampus-kampus lain. 

Katanya, pengumuman SBMPTN jadi tanggal delapan. Ada rasa lega sih. Soalnya toh mau tanggal tiga pun, hasilnya gak akan berubah. Jadi kenapa gak dipercepat aja? Tapi gak bisa aku pungkiri juga kalau rasa takut itu makin bertambah besar. 

Aku berusaha menerima kenyataan bahwa 'Kalau nggak diterima, mungkin memang bukan jalanku.' Karena kalau aku inget kata Kak Arpin dulu, kalau memang bukan jalan kamu, Allah akan membelokkan kita. Bisa dari cara apapun. Misalnya ketinggalan pendaftaran, ngisi berkas yang salah, atau gak diterima. Intinya sih mungkin ya kita harus yakin. Juga gak boleh berpikiran negatif. Karena semua itu rencana Dia, kan?

Tapi kalau aku harus jujur, aku benar-benar berharap untuk diterima.

Sebagai pengangguran aku mempunyai waktu luang yang sangaaat banyak. Terlepas dari jadwal untuk verifikasi atau ujian. Sehingga waktu untuk kepikiran berbagai hal pun makin banyak. Kayaknya akhir-akhir ini apapun jadi kepikiran deh.

Yang paling kepikiran sih Generaction. Inget dulu kita rapat bareng, tijel-time yang gak ada habisnya, seharian di Indomaret, pulang malem ngejar rapat yang belum selesai, sms dari Adit yang awalnya "GenerACTION", saling membully satu sama lain, dll. Huaaaa kangeen T_T

Inget juga waktu dulu kita diskusi tentang pilihan jurusan yang mau kita ambil. Atau waktu kita saling mengingatkan tentang ini dan itu. Juga saling ada saat kita menjadi yang 'sedikit' di kelas masing-masing. Saat kita merasa asing dengan yang lain, dan merasa nyaman saat berkumpul. Pada inget gaaak?!? *gak nyante*

Ya sudah, pokoknya kita nanti harus kumpul bareng lagi ya. 

-fin-

Sekarang saatnya aku kembali berserah diri. Berusaha untuk mendapatkan yang terbaik. Untuk jalan panjang yang masih harus aku tempuh. Seberapa pun jauhnya, kalau kita terus jalan, akan sampai, kan?



0 komentar:

Post a Comment