June 8, 2013

Iya. Tak Apa Kok.

Iya. Aku gak lulus SNMPTN 2013 atau biasa yang disebut SNMPTN undangan. Iya. Bener kok. Maaf anda dinyatakan tidak lulus SNMPTN 2013. Kira-kira begitulah bunyinya, kalimat sederhana yang telah mematahkan semangatku.
Awalnya? Nangis. Iya. Lama lagi. Sampai gak bisa mikir. Semangat menguap begitu aja. Sampai ada niatan mau bolos les. Tapi, gak tau kenapa akhirnya pergi les. Walaupun semangat masih nol. Hasilnya? Ngerjain TO gak konsen sama sekali. Nunduk banget pura-pura mikir, padahal air mata turun juga. Pas selesai, langsung kabur ke mushola. Sholat dzuhur, dan nangis lagi. Akhirnya minta jemput.
Pasti. Ada rasa iri melihat timeline mereka yang lulus. Sedikit. Langsung segera ditepis. Toh iri gak akan merubah apa-apa. Pun menangis. Sama aja. Saat itu aku mencoba untuk menumbuhkan lagi semangat. Tapi susah. Jadi inget, kata Kak Kesha waktu itu. Gak lulus SNMPTN? Yah, boleh lah galau sehari dua hari mah. Dulu aku ketawa. Masa galau sampai dua hari? Nah. Ini dia. Ternyata galauku juga sampai dua hari. Gak semangat ngapa-ngapain. Cuma mencari sedikit penghiburan. Dengan menjejalkan teori-teori aneh yang mungkin dapat membuat semangatku bangkit. Bersama Annita, kami saling menghibur diri.

Kenapa? Kok lebay banget ya rasanya. Di awal pendaftaran, aku pun udah pesimis. Tapi, aku ingin mencoba. Dengan menggantungkan setitik harapan agar aku diterima. Hanya setitik. Tapi, tidak dengan mereka. Orang bilang Ah, Kamu pasti lulus kok! Atau Insyaallah Syaffa dapet... Dan lain-lain. Pernyataan-pernyataan mereka yang perlahan membuat harapanku yang hanya setitik itu menjadi rasa berharap yang begitu yakin.
Ya, begitu yakin, sampai saat pengumuman itu datang. Membawa kabar yang begitu mematahkan hatiku. Kegagalan. Ya, aku telah gagal di SNMPTN. Jadi, seperti ini ya rasanya kegagalan. Aku baru tahu. Selama ini aku begitu sombong. Selalu yakin akan masuk. Masuk SMP maupun SMA tanpa kesulitan yang berarti. Selama ini aku begitu tinggi hati. Tidak yakin akan kegagalan.
Dan saat akhirnya aku merasakannya, yang terpikir adalah Jadi begini ya? Ternyata begitu sakit.

Memang, judulnya adalah kegagalan. Seperti yang sering sekali aku dengar. Kegagalan bukan akhir, tapi awal dari segalanya. Iya. Mungkin takdirku di SBMPTN. Atau Simak UI, atau UM UGM. Atau ujian masuk yang lain. Bahkan mungkin takdirku tertunda sampai tahun depan.
Tidak masalah. Aku sudah memasrahkan diri. Tidak apa. Toh cita-citaku bisa ku raih tanpa harus mengenyam pendidikan yang spesifik. Bahkan tanpa PTN sekalipun. Tak masalah. Aku bisa mengatasinya. Sendiri sekalipun.

Kemana takdir akan membawaku? Atau kemana aku akan pergi menentukan takdirku? Tidak tahu. Tidak apa. Aku bisa mencarinya. Di mulai dari sini. Dari hatiku. Yang perlu aku betulkan agar aku bisa menjemput takdir itu.
Kamu tahu? Aku pasti bisa. Sekarang, ataupun nanti.

0 komentar:

Post a Comment