April 30, 2013

Satu (dan lain) Hal


Selepas UN, aku seperti terdisorientasi. Seperti kalau kita tidur di sore hari (kurang lebih pukul 16.00-18.00 WIB) kemudian bangun. Entah hanya aku, tapi setiap aku tidur sore, ketika bangun aku merasa lost *ciaelah. Contohnya adalah panik karena merasa belum menyiapkan apapun untuk ke sekolah ketika otak berpikir bahwa sudah pagi. Atau panik karena sudah melewatkan waktu magrib ketika otak berpikir bahwa sudah tengah malam. Padahal. Padahal, waktu masih menunjukan sekitar pukul enam.

Kembali selepas UN. Hari Kamis tanggal 18 April, setelah mengerjakan biologi, kata libur adalah hal yang pertama kali melintas di dalam otak. Rasanya seperti mendengar lagu Tasya Libur T’lah Tiba dimainkan dengan volume terkencang menggunakan headset. L-I-B-U-R gitu loh! Tidak ada lagi yang namanya panik berangkat sekolah pukul 06.30 atau panik mencari seragam yang biasanya belum disetrika.

Namun... (memang, selalu ada pertentangan dalam hidup...)

Namun, ada super intensif yang menanti. Setiap hari pukul 08.00 WIB. (kecuali Ahad:libur) Walaupun hanya 2,5 jam. Dengan tryout setiap Minggunya.

Dulu, ketika masa-masanya belajar untuk menghadapi UN, aku sudah tidak sabar untuk segera intensif. Rasanya ingin cepat-cepat UN siap gak siap. (bohong deh, kalau belum siap terus UN, nangis-nangis kali ngerjainnya) Sekarang, rasanya pengen cepat-cepat SBMPTN. Namun di kasus kali ini, tidak ada lagi yang namanya ‘siap gak siap’ dan sebangsanya. Harus segera, dan siap! Namun apa daya, SBMPTN masih tanggal 7 Juni nanti, dan aku pun belum siap.

Ada masa aku benar-benar menetapkan hati untuk belajar. Mengerjakan problem set sampai tengah malam. Menghabiskan siang dengan mengerjakan problem set juga. Menggunakan internet untuk mencari jawaban biologi, dan lagi-lagi di problem set. Namun, ada masa aku benar-benar menghabiskan waktu dengan main, nonton, online, dan tidur. Tidak mengacuhkan segepok problem set dan alat tulis yang tergeletak dengan rapih di tumpukan buku.
Ada film yang belum ditonton. Problem set harus selesai. Ngantuk! Harus dapat nilai tinggi. Males... Gak boleh kalah sama yang lain! Bolos ah. Gak boleh bolos! Main game asik nih. Baca biologi!

Betapa pikiran-pikiran yang bertolak belakang selalu muncul silih berganti. Positif.. Negatif.. Optimis.. Pesimis.. Menyerah.. Berjuang.. Hal itu tentu saja menyebabkan kepala menjadi pusing tujuh keliling. Ampun.. Ada apa lagi ini dengan otak.

Sehingga, hari-hariku bisa dibilang setengah produktif. Ada malam yang kuisi dengan belajar, ada juga malam yang kupakai untuk bermain. Ada siang yang kupakai untuk belajar, ada juga siang yang kupakai untuk tidur. Kecuali pagi, aku selalu les.

Tujuanku sekarang menulis ini adalah, untuk kembali berpikiran positif dan optimis. Aku, Syaffa. Harus serius mengejar mimpi! Membuatnya menjadi kenyataan. Kan kasihan dong, mimpi juga pengen diupdate jadi kenyataan. Masa jadi mimpi melulu..

*Random*
Selepas nonton Impossible (yang mana seru plus sedih) jadi mikir. Mereka benar-benar keluarga yang paling beruntung sedunia! Ibu, ayah, dan tiga anaknya selamat semua. Plus mereka dijemput sama petugas asuransi dan dibawa ke Singapore General Hospital. Dan Ayash nangis nontonnya gara-gara ngeri ngeliat luka berdarah-darah ibunya di film. Bener-bener keluarga yang beruntung banget... Di tengah tsunami dan seluruh keluarganya selamat.

Rohis Festival sudah H-3! Walaupun bukan panitia, deg-degan juga. Nanti bakalan gimana ya? Duh.
Besok tryout kedua, tapi lagi-lagi belum siap. Belum banyak latihan soal. Plus hari ini lagi berpikiran negatif juga, sehingga siang tadi malah nonton Impossible dan Family Weekend.

Jadi suka landak... -_- Hedgehog kyaaa! 

0 komentar:

Post a Comment