April 1, 2013

Curahan hati yang Mau UN

So, here I am. Duduk manis di depan laptop, menatap tanggal di pojok kanan bawah. Yap, it's 01/04/2013 dimana artinya tidak lain dan tidak bukan adalah UN tinggal 13 hari lagi.

Kadang, timbul keinginan untuk bolos sekolah dan ngendon di NF dari pagi. Bisa serius belajar dengan posisi sesuka hati (tengkurep, tiduran, kaki diangkat ke kursi lain, yah, semaunya lah) dan bisa sambil makan.  Bisa juga istirahat setiap tiga puluh menit. Bisa nanya sesuka hati.

Tapi.. Yah ngeri aja tiba-tiba ada telepon dari sekolah nanyain kenapa dua minggu bolos. Masa buat surat sakit? Yang ada ditengok (geer banget) dan ternyata bisa dilihat saya yang sehat walafiat. So, gagal deh rencananya. Tapi izin pulang cepet sekali dua kali gak apa-apa lah.. :p


Lalu, kenapa kok UN udah tinggal dua minggu tapi malah ngeblog ria? Bisa dibilang, ini adalah hal yang dapat mengurangi tingkat stres di dalam otak. Mengeluarkan segala unek-unek dalam kepala. Kenapa gak curhat ke orang aja? Masalahnya, siapa juga yang mau dengerin cuap-cuap gaje gak menarik gini? :')

Saya beberapa kali baca bahwa ada orang yang membutuhkan tambatan untuk mereka tetap menjejakkan kakinya di dunia nyata. Nah, untuk kasusku yang tidak biasa alias unik dimana unik adalah bahasa sopan dari aneh, aku membutuhkan tambatan untuk berada di dunia fantasi. Bukan dufan yaa, lebih ke dunia khayal gitu.

So, ada novel-novel yang dengan setia tetap rajin aku baca walaupun dosisnya harus aku kurangi. Dari Brisingr yang hanya dua hari bisa aku selesaikan, mungkin bisa menjadi seminggu lebih atau bahkan dua minggu. Sepinter-pinternya ngatur aja laah. Yap, ada The Mortal Instruments dan Inheritance Tetralogy yang dengan setia menunggu giliran untuk kubaca. City of Fallen Angels yang baru 75% dan terpaksa harus aku hentikan karena memiliki bahaya-tidak-bisa-berhenti-sebelum-habis. Karena itu, sekarang yang sedang aku baca (dengan perlahan) yaitu Eldest. Berhubung ini adalah kasus membaca ulang (sudah pernah kubaca sewaktu kelas 3 SMP) maka aku tidak merasakan bahaya seperti kasus di atas. 

Eldest dengan setia tergelatak di samping tempat tidurku/meja belajar/tas sekolah. Mencuri waktu untuk sekedar membaca satu-dua halaman. Di samping harus menghadapi kenyataan UN yang sudah di depan mata. Oh well.. Gak sabar super intensif deh, hahaha. Padahal UN aja belum -,-

Jadi, kesimpulannya?

Sadar kok, kehidupanku gak sama dengan pelajar SMA lainnya. Yah, I accept that fact (sok inggris) kok. Tapi, tentu kehidupanku itu menyenangkan. Ada hal-hal yang baru dan menarik kalau kita melihat dari sudut yang berbeda. Apalagi kalau melihatnya dari berbagai sudut. Wuih, bukan baru dan menarik aja yang kita dapet!


So? Jangan mau kalah sama cobaan! Di balik satu kesulitan, ada dua kemudahan. Selamat menempuh ujian nasional :')

0 komentar:

Post a Comment