March 28, 2013

Good vs Bad (Mau Bersikap Gimana?)

Kadang ada hal buruk yang terjadi menimpa diri kita begitu saja, tanpa kita inginkan. Tentu aja, siapa sih yang ingin suatu hal yang buruk menimpa dirinya? Pastinya, kita hanya menunggu dan berharap akan hal yang baik datang menemui diri kita. [termasuk aku -_-v]

Walaupun terkadang, kita menyikapi hal baik dengan buruk. Mungkin, ada beberapa kasus dimana mereka bahkan tidak menyadari bahwa sesuatu yang baik sedang menemuinya. Lalu malah menanggapi hal baik tersebut dengan buruk. Nah lho!

Bukankah kita sudah sering mendengar kalimat Rencana Allah jauh lebih indah? Yap, bagi sebagian dari kita memercayai bahwa apa yang terjadi pada diri kita sekarang itu adalah rencana-Nya, pemberian dari-Nya akan apa yang kita butuhkan. Boleh jadi kita menginginkan banyak hal, tapi hanya Dia yang tahu apa yang kita butuhkan.

Seringkali ada yang tidak tahu bahwa apa yang dia dapatkan itu adalah apa yang dia butuhkan. Sehingga mereka menyikapinya dengan menggerutu, merutuki diri, bahkan merana. Mungkin jatuhnya bisa stres kalau memang sudah mencapai tingkat gawat. Nah, itu baru gawat. Tidak menyukuri apa yang sudah dia dapatkan. Kurang apa sih pemberian Allah itu? Bukankah Allah itu Mahapengasih?

Ada yang pernah bilang, kebaikan dan keburukan itu saling mengimbangi. Lho? Kumaha bisa? Memangnya kita mau ketika hal baik terjadi pada kita, maka hal buruk juga akan menimpa? Tentu saja tidak. Gak mau kan, lagi bahagia-bahagianya, eh tapi dalam hati harap-harap cemas juga soalnya akan ada hal buruk yang nanti akan datang mengimbangi. Karena itu, menurutku kalimat tersebut kurang tepat. 

Hal-hal yang terjadi pada diri kita, baik maupun buruk, tergantung dari bagaimana kita berbuat. Bagaimana kita melakukan keseharian kita. Bagaimana kita berpikir, berbicara, mendengarkan, bahkan melihat. Tentu, apabila kita melakukan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan senantiasa berdo'a  serta selalu ingat pada-Nya dalam keadaan suka maupun duka, insyaallah hal baik akan terjadi pada diri kita. Nah kalau kita berbuat maksiat melulu? Tentu, cuma hal buruk yang tinggal kita tunggu. Na'udzubillah

Ada juga yang menyikapi hal buruk dengan baik. Yuk, mari menganggap setiap hal yang terjadi pada diri kita senantiasa ada hikmahnya. Kecopetan handphone? Bisa gak ya kita berlapang dada? Tergantung bagaimana kita menyikapi hal tersebut. Coba tarik garis hikmahnya. Mungkin keluarga yang nyopet tersebut lagi bener-bener membutuhkan, semoga berkah. Tapi semoga dianya juga tobat :p Semoga kasus copet itu jadi yang terakhir buat dia. Mungkin, ketika hal buruk menimpa diri kita, itu akibat perbuatan buruk yang pernah kita lakukan dulu. Semoga bisa jadi pengingat, untuk kita nggak melakukan suatu hal yang buruk.

Ada lagi. Dapet ulangan jelek? Wah, kasus normal bagi pelajar nih. Yah, jadiin batu loncatan aja deh, plus jadiin pelajaran juga. Kenapa kok bisa jelek? Kurang belajar? Kurang bahan? Kurang persiapan? Semoga kita bisa tahu dimana letak kesalahan kita itu, dan akhirnya mengubah kesalahan itu sehingga di ulangan selanjutnya bisa dapat yang lebih baik. Klise? Tapi gak ada salahnya, kan? :p
.
.
.
Intinya? Tentu, ada hal baik maupun hal buruk. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Bagaimana kita menerimanya. Jangan berpikiran negatif. Kok gini? Kok gitu? Duh, yang ada dua-duanya jadi hal buruk ya.  Berpikir sekreatif-setenang-sepositif mungkin, dan ubah kedua hal tersebut menjadi dua hal baik!

Syaffa Taqiyyah


0 komentar:

Post a Comment