November 17, 2012

Pangkalnya Memang Jauh

Akhir-akhir ini, begitu banyak hal yang membuatku merasa 'jleb'. Namun, aku tidak melakukan apapun. Hanya menyesalinya, merutukinya. Juga berangan-angan.
Lantas, kapan aku akan sadar? Kapan aku akan terbangun?
Inilah saatnya. Tidak ada waktu untuk berhenti sejenak. Tidak ada lagi.

Kalian tahu? Tidak masalah untuk berjalan dengan lambat menuju garis finish. Bukankah dengan begitu, kita memiliki waktu yang lebih banyak untuk memperhatikan lingkungan sekitar kita, dibandingkan dengan mereka yang berlari dengan cepat?

Saatnya untuk bangun, bangkit dari mimpi, menuju dunia nyata.



Sekeping hati dibawa berlari 

Jauh melalui jalanan sepi 
Jalan kebenaran indah terbentang 
Di depan matamu para pejuang 

Tapi jalan kebenaran 
Tak akan selamanya sunyi 
Ada ujian yang datang melanda 
Ada perangkap menunggu mangsa 

Akan kuatkah kaki yang melangkah 
Bila disapa duri yang menanti 
Akan kaburkah mata yang meratap 
Pada debu yang pastikan hinggap 

Mengharap senang dalam berjuang 
Bagai merindu rembulan di tengah siang 
Jalannya tak seindah sentuhan mata 
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba

0 komentar:

Post a Comment