November 27, 2012

Hari Ini, Saya Berpikir...

Hari ini, saya kembali menatap langit. Langit yang begitu lengang, hanya dihiasi beberapa gumpalan awan. Cuaca hari ini, panas. Cukup untuk memalingkan wajah dari terpaan sinar itu...


Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang menatap
Pada debu yang pastikan hinggap...



Ketika saya memutuskan untuk menutup lembaran itu, lalu memulainya dengan lembar yang baru. Memang, awalnya terasa berat. Kata siapa mudah? Satu hari, tidaklah cukup untuk membuka lembar baru itu sepenuhnya. Namun, saya yakin bahwa Allah ada bersama saya! Saat ini, dan seterusnya.

Saya kuat! Saya yakin akan hal itu. Yakin akan diri saya sendiri. Hanya satu komentar darimu, kawan, tidaklah menguras segala apa yang ada di dalam diri saya. Tidak! Saya tidak terpuruk hanya dengan hal tersebut. Tidak sama sekali. Namun, tahukah bahwa hati ini sakit? Akan kalimat yang begitu saja terlontar darimu itu?

Satu hari tidaklah cukup... Bagi saya, seorang yang lemah ini. Namun, saya akan tetap berdiri. Meraih lembaran itu. Bahkan, apabila harus merangkak, maka saya akan tetap melakukannya. Untuk menggapai lembaran baru itu sepenuhnya.

Mungkin, itu hanyalah hal kekanakan belaka. Yang melibatkan ego. Yang menjadi kekurangan diri ini. Sungguh, hal yang sangat memalukan. Merasa 'tertuduh' mungkin lebih tepat. Ketika saya menjalani proses untuk meraih lembaran baru itu. Ketika proses itu memerlukan suatu ketahanan diri.

Amarah, kesedihan... Adalah hal yang timbul. Ketika seseorang yang kita percaya tidak memercayai kita. Menjudge kita akan hal yang bukan kita. Ketika saya harus menelan rasa kecewa itu... Ketika hati saya sakit akan kalimatnya saat itu... Ketika saya menerima rasa kecewa itu...

Kau salah mengira, kawan. Sungguh, sekalipun aku tidak terpuruk. Sekalipun aku tidak terjatuh. Ucapan yang saat itu terlontar, hanya menorehkan guratan di langit itu. Yang akan menghilang dengan sendirinya.

Hari ini, saya telah berusaha. Sedikit demi sedikit, walau terasa sulit. Walau tantangan datang silih berganti. Saya telah berusaha. Ketika satu kekhilafan yang terjadi, akankah mereka memakluminya? Tidak, tentu saja tidak... 

Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu bulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba....

Suatu saat nanti, saya akan menjadi "Orang yang Bebas" dari segala ucapan yang terlontar dari orang lain... Juga berhasil membuka lembaran baru itu. Bismillahirrahmanirrahiim...

0 komentar:

Post a Comment