October 5, 2012

antara failed, ampas, puisi, dan.........

Huhuhu Assalamu'alaikum warahmatullah semuanya, disini saya mendo'akan siapapun yang gak ada kerjaan membuka halaman ini. Makanya, salam balik ya -_- Setelah sekian lama ga cuap-cuap gaje di blog freak ini, (perasaan baru kemarin) rasanya kangen ngegaje deh hahahaha.

Pokoknya, entah kenapa (padahal tau kenapa) hari ini saya merasa amat failed. Serius. Buat yang dateng evaluasi dwi mingguan (kayanya) ngeliat ke-failed-an saya. Ya ampun, failed banget pokoknya. Dikarenakan ada satu itu. Terus ada ini. Ditambah itu. Eeh, ada si Windy sama Nabil ampasss, kita nangis bertiga di tangga sambil ledek-ledekan ngomong ampass. Gak lupa terimakasih buat Diana sama Inggrid yang udah berbaik hati meminjamkan bahunya (ciaat) walaupun buat Diana, awalnya mah kita sedih-sedih tau-tau akhirnya ketawa-ketiwi.

Masih bingung sama Windy. Padahal cuma bilang, "Assalamu'alaikum, hati-hati di jalan ya," eeh, malah berkaca-kaca. Terus jadi ikutan deh. Inget waktu PDKT dulu. 

***

Jadi inget tadi yang Bu Sumi bilang. "Persiapkan ya, minggu depan kita tampil," kata Bu Sumi. NAH LHOOO. Puisi yang saya buat, amat-sangat-gak-banget-sekali. 

Jadi gini ceritanya. Minggu lalu, dibentuk empat kelompok. Dimana tiap kelompok harus menuliskan kata-kata yang cocok untuk puisi. Nah, entah kelompok saya terlalu jenius atau apa, kami semua berpikir bahwa kata-kata yang kami tulis, akan diberikan kepada kelompok lain. Jadilah, JADILAH, kami semua menyumbang kata-kata yang ya ampun... Amit-amit deh pokoknya. Yah kaya; merana, tertatih, pilu, rapuh, perih, dan-kata-kata-lainnya-yang-kayak-udah-bosan-hidup.

Dan ternyata, sudah bisa ditebak. Kata-kata yang kami sumbangkan, m-e-m-a-n-g untuk kelompok kami sendiri. Nice :') Puisi seorang Syaffa? Ya ampun.. Saya baca ulangnya aja jijay. Kaya tulisan orang yang emang udah bosan hidup. Orang kalimat terakhirnya aja kalau gak salah: Tertatih menggapai mentari, menuju surga. Maksut emang, tapi bisa ditarik kesimpulan kalau kalimat terakhirnya itu dia mau die -_- Eh tapi ada juga dari kelompok lain yang gak kalah "iih"-nya. Di puisinya Fajar ada kalimat "Gejolak cinta dan asmara," hiyaaaa.

Berhubung saya benar-benar tidak sanggup membacakan puisi itu, saya minta izin ke Bu Sumi untuk membuat puisi baru, tapi tetap dari kata-kata yang telah disediakan. Saya bilangnya sih, puisinya itu terlalu sedih. Pengen buat baru, yang lebih ceria. Walaupun agak disangsikan juga yah, bikin puisi ceria dari kata-katanya orang putus asa. Great.

***

Jadi, disinilah saya. Duduk bersama laptop kesayangan. Ditemani ber-lembar-lembar-lembar kertas yang berserakan. Eh ngga deng, rapih. Plus nota-nota yang pada ngumpet. Time to sleep, oyasumi!

Wassalamu'alaikum warahmatullah~ Jaa!


0 komentar:

Post a Comment