September 15, 2012

di Rohis


Assalaamu'alaikum Warahmatullah! 

Terlalu lama saya meninggalkan dunia blogging.. dan rasanya.. sepi. Namun akhirnya, yaap. I’m back! Insyaallah, setelah mendapatkan ilmu tentang dunia sastra oleh Kak Irfan –pengajar pelajaran bahasa Indonesia yang paling asik- saya memutuskan untuk mulai membenahi tata bahasa saya yang sangat kacau. Seperti kata salah satu teman saya, “Katanya mau jadi penulis?” Yaaap saya amat sangat ingin sekali menjadi penulis seperti Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Rick Riordan, dan jejeran penulis kece lainnya. Karena itu, saya mulai membenahi tata bahasa saya satu persatu. Bismillahirrahmanirrahim..

Hari ini, (15 September 2012) saya mendapatkan berita yang awalnya cukup mengejutkan. Namun akhirnya, saya sampai menangis mendengar berita itu. Rohis awal dari teroris? KATA SIAPA? Saya tidak terima keluarga saya difitnah seperti itu.

Di Rohis, saya belajar mana yang benar, mana yang salah. Saya belajar bagaimana saling menyangi dan menghormati. Saya belajar untuk menjadi seorang pemimpin. Saya belajar untuk menentukan pilihan hidup dengan bijak.

Di Rohis, saya seolah mendapatkan keluarga yang baru. Tempat saling berbagi suka dan duka. Entah, sudah berapa kali saya menumpahkan air mata di Rohis. Namun sudah tidak terhitung berapa kali saya tertawa bersama Rohis.

Memiliki masalah? Tentang pelajaran, tentang keluarga, tentang apapun? Jika bersifat pribadi, saya selalu menumpahkan semuanya bersama kawan-kawan keputrian tercinta. Sharing adalah hal yang amat biasa di Rohis.

Berpetualang  bersama di Pasar Lama. Menonton N5M di bioskop. Jalan-jalan ke Monas. Malam mingguan bersama di Ayamqu dan NF. Bahkan ke Seven Eleven. Semua itu pernah saya lakukan bersama saudara-saudara saya di Rohis.

Di Rohis, saya mendapatkan keseimbangan. Antara jasmani dan rohani. Bagaimana menjadi karakter Islam, tapi juga cerdas, bersosial, dan mapan. 1

Di Rohis, saya juga mendapatkan pengetahuan tentang berorganisasi. Menjadi bendahara, sekretaris, seksie keamanan, seksie acara, seksi HPD, dan lainnya. Saya belajar mengenai bagaimana cara berorganisasi. Saya juga mendapatkan banyaaak sekali pengalaman tentang bagaimana menjalankan suatu event atau acara.

Pelajaran tentang kehidupan adalah hal terbesar yang saya dapatkan dari Rohis. Di Rohis, kami dipersiapkan untuk menempuh kehidupan kami nanti. Entah sebagai mahasiswa ataupun dalam dunia pkerjaan. Mental kami ditempa, sehingga sekarang, kami bermental baja. Bukan lagi siswa SMP yang tidak mengerti tentang kehidupan.

Masalah demi masalahpun tidak luput dari kami. Bahkan, masalah yang tidak sesuai dengan umur kamipun kami pernah merasakannya. Namun sekali lagi, mental kami ditempuh. Dan Alhamdulillah ternyata kami mampu. Insyaallah, kami siap untuk menempuh kehidupan kami nanti sebagai mahasiswa(i). Untuk kelak menentukan mana yang benar, dan mana yang salah. 

Intinya adalah, Rohis sudah menjadi bagian hidup saya. Walaupun mereka berisik, selalu bercanda, sok unyu, hobi ngecengin, tapi mereka adalah keluarga yang pasti akan dikangenin kelak (please jangan geer)

Saya anak Rohis. Dan saya bangga.

Wassalamu'alaikum Warahmatullah!

Syaffa Taqiyyah

1Dikutip dari tweet @udayusuf




0 komentar:

Post a Comment