June 19, 2012

ketika ini dan itu saling bertentangan, maka....

Ketika aku membaca sesuatu. Waktu itu bersama Arum dan Laju. Hanya tulisan biasa. Namun, ketika aku membacanya, aku merasa marah. Begitu gampangnyakah kita merasa sendiri?

Ada seseorang. Sebut saja B. Mengatakan bahwa dirinya tidak punya siapa-siapa. Oke, kalau kita tidak mengenalnya, mungkin kita akan berkata. Ah, kasihan sekali dia. Namun masalahnya, aku mengenalnya. Ketika dia berkata bahwa dia merasa tidak punya siapa-siapa. Ketika dia berkata bahwa dia sendiri.

Saat itu, aku hanya sedang berdua bersama seseorang. Anggap saja A. Dia, yah.. Bagaimana ya? Sedikit bercerita tentang ini dan itu. A itu, orang yang akan amat sangat terlihat kalau sedang bete. Iseng aku bertanya. Tentang apa yang dia lakukan ketika sedang down. Dia berkata, bahwa dia hanya ingin sendiri. Tidak memedulikan yang lain. Hmm, kalau untuk soal itu, aku mengerti. Karena kenyataannya, aku juga seperti itu. Lebih baik diam, dan menyendiri kalau-kalau sedang down. Namun, kemudian dia menambahkan. "Kalau gue lagi down banget, gue emang bakalan diem. Paling sama C, D, (dua orang yang emang suka jadi temen curhatnya. Soalnya, si A itu emang paling gak bisa kalo harus nyeritain masalahnya ke laki-laki yang lain) terus.. *diam sejenak* sama B."

Saat itu aku berpikir -dan mengetahui- kalau si A itu memang benar-benar bersahabat baik dengan B dan menganggapnya sebagai satu-satunya cowok yang emang bener-bener sahabatnya. Karena si A memercayakan si B untuk berada disampingnya di saat dirinya sedang down. Si A percaya kepada si B dan menganggapnya ada.

Di satu sisi, ketika aku membaca tulisan itu. Dia bilang, dia selalu sendiri. Ingin rasanya aku teriak. Bahwa masih ada A. Bagaimana mungkin dia tega mengatakan bahwa dia sendirian, sementara B menganggapnya A itu ada. Bahwa A adalah orang yang tepat bahkan di saat dirinya down? Bagaimana mungkin B tidak menganggap A ada?

Aku berpikir. Apakah mungkin? Ketika aku bercermin, aku menyadari satu hal. Apakah ketika aku merasa sendiri, sebenarnya ada orang lain di luar sana yang menganggapku.

Ketika kita merasa sendiri, sadarlah. Bahwa di luar sana ada seseorang yang selalu menganggap kita ada.

0 komentar:

Post a Comment