May 1, 2012

Happiness Could be (Really) this Simple

Minnaaaaa! Assalamualaikum!

Hari ini, adalah hari yang melelahkan! Bagi kami, penghuni kelas 11 IPA 2, hari Selasa adalah hari yang melelahkan. Dimana pelajaran-pelajaran pada hari itu adalah.... *sigh* Matematika, Bahasa Indonesia, Kimia, Biologi, Fisika, dan Bahasa Jepang. Tas yang mempunyai massa ratusan kilogram dan pelajaran yang membuat (aku) mengantuk sukses menjadikan hari ini (sepertinya) akan be-rat dan mem-bo-san-kan. 

Lalu, keajaiban itu datang. Siapa sangka kelas yang amat sangat kotor dan berantakan dapat membuat Bu Ninik menyelesaikan jamnya lebih cepat lantaran kami disuruh menyapu kelas? Siapa sangka pelajaran Bahasa Indonesia hanya mengerjakan LKS saja? Siapa sangka Kimia hanya mengoreksi sebagian jawaban LKS? Biologi berjalan seperti biasa. Siapa sangka Pak Mul ternyata izin untuk tidak hadir? Dan, siapa sangka Bahasa Jepang ternyata hanya menonton film saja?

Tentu saja, dunia ini seimbang, bukan? Tetap ada beberapa kejadian yang.. yah.. Saat pelajaran fisika kosong, hati rasanya gembira luar biasa!! Apalagi saat teman-teman memutuskan untuk bermain kasti di lapangan. Maklum, baru saja menjadi senior tunggal di smanitra ini. Sehingga sudah berani bermain di lapangan saat jam kosong. Kembali ke kasti, aku yang memang menyukai bermain tentu saja tidak ingin ketinggalan untuk mengikuti permainan tersebut. Tim-ku mendapat giliran jaga pertama. Lalu, setelah akhirnya mendapat giliran main, aku menunggu untuk mendapat giliran memukul. 

Lalu.. Lalu.. Lalu.. Yah, aku memang makhluk terceroboh sedunia. Saat berlari, aku terjatuh. Oke, mungkin biasa saja. Hanya luka di 3 tempat, 3 pergelangan yang sakit, 4 titik yang memar, dan celana yang sobek. Yang membuat aku amat sangat bersyukur adalah: Aku jatuh lebih awal. Karena, jika aku jatuh lebih lama beberapa detik, kepalaku akan terbentur batu yang hanya berjarak beberapa jengkal dari kepalaku saat aku jatuh. Hem, mungkin akan ada adegan berdarah-darah. Namun, Alhamdulillah.. Alhamdulillah aku tidak kenapa-kenapa. *terharu* Aku masih ingat sekali saat aku jatuh. Rasanya cukup menyeramkan. Aku seperti di lempar. Tidak bisa menghentikan badanku sendiri saat terseret di tanah. Orang-orang langsung mengerubungi aku dan bertanya apakah aku baik-baik saja. Terimakasih teman-teman :'' Namun, aku benci menjadi pusat perhatian apabila penyebabnya adalah: Sakit. Ha-Ha. Jadi, aku memutuskan untuk tetap bermain (walaupun pasif :p)

Di sisi lain, Rehan juga menjadi korban. Saat berlari, dia juga terjatuh. Bahkan, matanya terkena bola yang menyebabkan matanya menjadi bengkak dan merah. Selain itu, yang lain selamat. Fiuh..

Pukul 14.45 bel pulang berbunyi. Saat itu, tubuhku rasanya sudah remuk. Tiap melangkahkan kaki, rasanya pergelangan kaki kiriku.. Hiks. Sampai di rumah, aku melihat lututku kananku yang.. Hiks. Hal paling menyebalkan saat terluka adalah: Berdarah disertai pembengkakan. Dan, aku sudah cukup sering mengalaminya -_- Huaaaaaa bad day T-T

Selesai sholat magrib, sekitar pukul 18.30 aku keluar kamar untuk menengok kulkas (walaupun pada sore hari entah svdah berapa ratus kali aku membuka tutup kulkas) berharap tiba-tiba ada makanan. Dan.. Happiness could be this simple.. :')

And yeah Ice Cream = Bahagia :P

Langsng bahagia sebahagianya pas liat pemandangan yang indah di dalam freezer. Sebenernya, masih ada 4 eskrim lagi, tapi sehabis ngambil kamera dari kamar, eeh tinggal segitu. Tapi, tetep aja. Happiness could be this simple buat Syaffa doang tapi :P 

Wassalamu'alaikum Warahmatullah!

Jaa ne!
Syaffa Taqiyyah

0 komentar:

Post a Comment