April 9, 2012

13.30 - 15.40 = Jakarta - Bandung

Yah, akhir minggu yang sibuk. 

Jumat aku pergi ke rumah Huntul aka Luthfi untuk reuni Kastud. Tapi, keadaan yang amat-sangat-mengantuk membuatku malas bahkan hanya untuk sekedar melangkahkan kaki dari kamar. Ditambah lagi kedatangan om dan keluarganya, menghambatku untuk segera berangkat kesana. Padahal, di SMS waktu yang tertera adalah 10.00 dan aku baru berangkat pukul 13.30 WIB. 

Perjalanan kali ini terbilang nekat. Karena, aku tidak tahu sama sekali angkot menuju Perum. Apalagi menuju rumahnya. Tapi, aku nekat aja. Petunjuk dari teman-temanku adalah: Naik angkot 01 sampai An-Nisa, lalu dlanjutkan angkot kuning-strip ungu yang menuju Lippo.

Sampai di angkot kuning, semuanya baik-baik saja. Petunjuk yang diberikan setelahnya hanya: Kalau lihat patung macan, segera beritahu. Oke. Jauh. Semakin jauh. Nah lho! Kok ga ada patung macan? Panik. Panik! Aku tetap berdiam diri di angkot;. Kupikir, mungkin memang jauh. Siapa tahu? Tapi, kok ini jauh banget ya? Oke, calm down.. Aku sudah mempunyai rencana B. Kalau sampai nanti aku tidak melihat patung macan, berarti aku nyasar. Mudah saja, aku akan melanjutkan perjalanan sampai ke Lippo. Dulu (3 kali) aku pernah pulang dari Lippo naik angkot. Yah, walaupun masalahnya adalah: Aku selalu bersama orang lain saat pulang.

Ketika jalanan Perum sudah tidak terlihat lagi, dan yang ada hanyalah jembatan menuju ke Lippo, yakinlah aku bahwa aku nyasar! Aku tetap berusaha tenang. Masih ada plan B di otakku. Sampai akhirnya sang abang berkata "Lipo lipo" aku ikut turun bersama beberapa orang yang lainnya. Menurut petunjuk berikutnya, aku harus naik angkot kuning lagi, namun beda arah. Masalahnya hanyalah satu. Yaitu, jalanan hanya 1 arah. Jelas tidak mungkin aku mencari angkot yang berlawanan arah.

Pilihannya adalah: Masuk ke dalam lippo dan mencari jalan keluar lain. Setelah menimbang beberapa saat, akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam Lippo. Namun lagi-lagi, aku tersasar! Untunglah ada bapak Satpam yang berbaik hati memberitahu arah. Terimakasih, Pak!

Akhirnya.. akhirnya.. akhirnya.. Aku kembali ke dalam angkot kuning-ungu. Kali ini, aku mengambil tempat tepat di belakang pak supir yang baik hati (sebelumnya duduk di pojok). Pak supir yang baik hati itu berjanji akan memberitahu gang yang benar.

Akhirnya............................................................. Aku melihat Huntul di depan gang. Dan, pak supirnya juga berhenti. Sampailah aku di tempat yang kutuju. Saat aku melihat jam, sudah pukul 15.40 :')

13.30 - 15.40 = Rumah - Perum 2 = Jakarta - Bandung :')

0 komentar:

Post a Comment