November 12, 2011

kalau kita baca ini baca itu baca semua

Kalau kita baca buku, pasti kita penasaran sama endingnya kan? (yaeyalaah) Kalau ceritanya susah ditebak, kita pasti makin penasaran sama endingnya. Kalau gampang ditebak, (emang agak bikin bete) pasti kita juga penasaran sih, tapi ga sepenasaran sama cerita yang susah ditebak (bingung gak? Hehe).

Tapi, bukan itu permasalahannya. Ng.. Apa ya.. Kadang kalau kita baca buku yang biasanya happy ending dan terlalu, mimpi-jadi-kenyataan, aku bakalan bosen. Serius, bosen. Pasti komentarku cuma “ah biasa banget.” “ah terlalu gampang.” “ah bosen” dan “ah” lainnya.

Well, sebaliknya.. kalau akhirnya ga biasa atau aneh atau sad ending atau apalah yang ga biasa, aku bête juga. Kalau misalnya ‘sad ending’ aku pasti kesel bawaannya. Soalnya, tiap aku ngebaca sebuah novel, aku pasti ngerasain feel tokoh utamanya. Pasti kesel kalo akhirnya sedih. Apalgi kalo ada tokoh yang meninggal. Serius, aku bête.

Ah, dunia ini emang aneh. Karna sebenernya, ketika kita membaca sebuah kisah, tanpa sadar kita merangkai bagaimana akhir yang kita inginkan?  Kita sebenarnya menginginkan ending yang bahagia. Karena, itulah yang kita harapkan terjadi pada diri kita, bukan? Mengapa kisah-kisah HC Anderson laku keras? Bahkan abadi? Karena, ya itu. Dalam kisahnya, Beliau menjual mimpi. Happy-after-after, rite’? Karena, jujur aja, aku juga mengimpikan itu. Ketika sebuah kisah bagaikan mimpi, kita terlena pada mimpi itu, (kupikir).

Dasar, manusia memang plin-plan. Dan kadang-kadang ada penulis yang iseng pengen bikin cerita yang sad ending. Pengen ngerjain pembacanya. Karena, kalau aku baca buku yang sad ending, aku pasti mikir seandainya, seandainya, dan seandainya. Ck..

Tapi, impianku sejak kecil yang gak pernah berubah sampe sekarang adalah... *drumstick* jadi penulis! Aku bakalan bikin kisah happy ending, tapi susah ditebak, ga biasa, ga ada yang meninggal, bikin gereget, oke punya, dan lain lain lain. B-) Bismillaah..

0 komentar:

Post a Comment